Taman Surga di Dunia
Assalamualaikum, wr.wb
Ngaji Singkat (SWS: Sampaikan Walaupun se-Ayat)
Judul: *Kisah Nyata : Taman Surga di Dunia*
Klik di sini : https://youtu.be/49tZa1xYeXA
( Tolong Bagikan jika materi ini baik, sebagai ladang dakwahmu )
Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan sebuah cerita yang nyata dan bukan sebuah bualan atau dongeng semata. Marilah kita mengambil pelajaran dari cerita ini agar keimanan yang kita miliki semakin kuat dan Islam dengan norma-norma yang ada didalamnya dapat kita kerjakan sebaik-baiknya, serta kita memiliki semangat dan termotivasi untuk terus mendalami agama Islam dalam waktu yang tiada batas bahkan sampai ketika kita tua. Inilah yang terkait dengan cerita yang akan saya sampaikan ini. Simaklah cerita nyata ini dengan sebaik-baiknya. Cerita saya ini mengutip dari sebuah cerita yang pernah disampaikan oleh Syaikh Hisyam Al Burhani.
“Suatu hari ada seorang penggali kubur di salah satu kompleks pemakaman yang masyhur di Kota Damaskus. Dia adalah seorang laki-laki yang dikenal hanya seorang penggali kubur dan tidak lebih dari itu. Orang luas tidak ada yang mengenalnya, karena memang dia bukanlah orang yang terkenal. Hanya orang-orang yang akan memakamkan keluarganya yang meninggal dunia yang mengenalinya, bahkan kadang orang yang meminta tolongpun sebagian tidak mengetahui namanya. Akan tetapi, dalam cerita ini akhirnya penggali kubur tersebut menjadi seorang ulama’ besar yang dikenal tidak hanya oleh orang-orang yang bermukim di sekitarnya, tetapi dikenal oleh orang-orang yang jauh bahkan dunia Islam juga mengenalnya sebagai ulama’ besar. Kisah ini adalah sebuah kisah yang kita semua bisa mengambil pelajaran darinya.
“Penggali kubur tersebut berada di sebuah pemakan yang masyhur di Kota Damaskus. Pemakaman tersebut dikenal dengan nama ‘Dahdah’. Sebuah pemakaman yang sangat terkenal dan semua orang sudah tau perihal tentang pemakaman tersebut. Pemakaman ini penuh dengan ulama, auliya, serta pahlawan (syuhada).
Pada suatu hari penggali kubur ini didatangi oleh seorang wanita. Wanita itu memintanya untuk menggalikan lubang kubur karena ada keluarganya yang meninggal dunia. Penggali kubur akhirnya menggali tanah sesuai dengan permintaan wanita tersebut, karena itu memang sudah menjadi tugasnya sebagai penggali kubur.
Satu jam kemudian datangalah jenazah yang akan di kuburkan tersebut dengan diiringi oleh rombongan orang yang mengiringi jenazah yang jumlahnya tidak terlalu banyak yaitu hanya beberapa lelaki saja. Setelah jenazah tiba, maka jenazah diletakkan disamping liang lahat yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan prosesi pemakaman yang Islami, peti jenazah dibuka, kemudian jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat secara pelan-pelan. Penggali kubur yang berada di dalam galian membantu prosesi memasukkan jenazah di liang lahat. Penggali kubur menerima jazad dari jenazah yang akan dikuburkan tersebut.
Ketika penggali kubur akan meletakkan jenazah di dasar liang lahat, tiba-tiba dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa liang lahat tersebut terbuka luas dan berubah menjadi sebuah taman yang sangat indah yang belum pernah dia lihat sebelumnya di dunia ini. Inilah ‘Taman Surga’, sebuah taman yang sangat indah dan tidak ada taman di dunia ini yang mampu menyamainya. Tatkala melihat taman surga yang begitu indah ini, si penggali kubur juga melihat ada dua orang penunggang kuda yang tidak dia kenali sebelumnya. Dua orang pemuda ini mengambil jenazah yang sudah berada di tangan penggali kubur yang akan diletakkan di dasar liang lahat tersebut. Seketika itu penggali kuburpun pingsan, dia tak sadarkan diri karena mengalami sesuatu yang sangat dahsyat. Peristiwa yang nyata ini hanya dialami oleh si penggali kubur sendiri dan orang lain yang berada disekitarnya tidak mengalami kejadian ini.
Penggali kubur yang pingsan tersebut akhirnya di tolong oleh orang-orang yang berada disekitanya. Orang-orang disekitarnya tidak tau kenapa penggali kubur tersebut pingsan. Dalam pandangan orang-orang mungkin saja penggali kubur tersebut pingsan karena kelelahan. Kemudian dipercikkan air di wajah pengali kubur, selang bebrapa waktu kemudian si penggali kubur siuman. Setelah sadarkan diri, orang-orang disekitanya bertanya.
“kenapa engkau pingsan?” Tanya orang didekatnya.
“Demi Allah, aku melihat taman surga yang begitu indah, dan aku melihat ada dua orang berkuda yang membawa jenazah itu.” Jawab penggali kubur ketika menjelaskan alasan kenapa dia pingsan.
“wah,… itu hanya halusinasimu saja, kami disini tidak melihat keanehan apa-apa, seperti yang kamu lihat.” balas orang yang bertanya tadi.
Setelah prosesi pemakaman jenazahpun selesai, rombangan peziarah pergi untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan penggali kubur juga kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, si penggali kubur masih kepikiran dengan peristiwa yang terjadi pada dirinya, karena dalam pandangan mata kepalanya sendiri, dia melihat dengan begitu nyata bahwa semua kejadian yang terjadi pada dirinya ketika proses memasukkan jenazah di liang lahat adalah sebuah peristiwa nyata dan bukan sebuah halusinasi sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang pengantar jenazah tadi.
Selang beberapa bulan kemudian, datang kembali seorang wanita yang dulu pernah memintanya untuk menggali kubur, dia datang untuk yang kedua kalinya. Saat ini wanita tersebut kembali meminta penggali kubur untuk menggalikan tanah yang akan digunakan untuk pemakaman keluarganya yang meninggal dunia. Sesuai dengan permintaan dari wanita tersebut, akhirnya si penggali kubur membuat liang kubur dengan menggali tanah di area pemakaman Dahdah.
Ketika jenazah sudah datang, prosesi pemakaman jenah dilakukan seperti biasannya. Di buka peti jenazah, kemudian dimasukkan jenazah diliang lahat. Si penggali kubur juga membantu prosesi ini dengan masuk di liang lahat untuk menerima jenazah yang akan dimasukkan ke dalam dasar liang lahat tersebut. Ketika akan meletakkan jenazah di dasar tanah, si penggali kubur kembali mengalami sebuah peristiwa luar biasa sebagaimana yang dia pernah mengalami beberapa bulan yang lalu, yaitu melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa liang lahat terbuka luas dan melihat taman surge yang begitu indah, kemudian datang dua orang penunggang kuda yang membawa jenazah tersebut. Ini adalah sebuah peristiwa luar biasa yang dia alami untuk yang kedua kalinya.
Dalam kejadian yang kedua kalinya ini, si penggali kubur tidak pingsan lagi sebagaimana yang pernah dia alami dalam peristiwa yang pertama. Segera dia keluar dari lubang kubur dan menemui wanita yang memintanya untuk menggalikan kubur itu. Si penggali kubur bertanya kepada wanita tersebut dengan penuh penasaran.
“Siapa engkau? Dan dari mana engkau berasal?” Tanya penggali kubur.
“Aku adalah seorang ibu yang tertimpa musabah, mayit ini adalah anakku. Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu aku juga meminta tolong kepadamu untuk menggalikan kubur untuk anakku yang meninggal dunia.” Jawab si wanita.
“Berarti kamu adalah ibu dari kedua orang laki-laki yang telah meninggal dunia itu.” Sahut si penggali kubur.
“iya, lantas kenapa?” jawab si wanita dengan hati bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua anaknya yang telah meninggal dunia tersebut.
“ Demi Allah, aku melihat sebuah keanehan yang terjadi pada kedua anakmu yang telah meninggal dunia. Beberapa bulan yang lalu ketika aku memakamkan anakmu untuk yang pertama, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri liang lahatnya berubah menjadi sebuah hamparan yang luas dan indah, sebuah taman yang sangat indah yang belum pernah aku lihat di dunia ini. Kemudian datang dua orang berkuda membawa jenazah anakmu tersebut. Lalu untuk peristiwa yang kedua kalinya dalam prosesi pemakaman anakmu ini aku juga melihat hal yang sama persis. Lantas siapa sebenarnya anakmu itu? Amalan apa yang membuat dirinya dimulyakan Allah seperti itu? Kedua anakmu itu telah mendapatkan kemuliaan yang besar disisi Allah.” Tanya si penggali kubur kepada wanita tersebut.
“Anakku yang di makamkan pertama adalah seorang pencari ilmu, dia menghabiskan waktunya untuk mencari ilmu. Sedangkan anakku yang dimakamkan kedua ini adalah seorang yang bekerja sebagai tukang dan dan hasil dari bekerjanya tersebut dia gunakan untuk membiayai saudaranya yang sedang menuntut ilmu.” Cerita wanita yang menjadi ibu dari kedua anaknya yang telah meninggal dunia.
Ini adalah kemuliaan Allah yang diberikan kepada kedua saudara yang telah meninggal dunia tersebut. Seorang yang mencari ilmu maupun orang yang membiayai dalam mencari ilmu, semuanya Allah perlakukan dengan sama, yaitu sebuah kemuliaan surga bagi keduanya. Setelah penggali kubur memahami semua peristiwa tadi, kemudian dia segera meninggalkan profesinya menjadi seorang penggali kubur. Dia memantapkan niatnya untuk menuntut ilmu Agama. Dia melangkahkan kaki menuju sebuah masjid yang bernama Masjid At Taubah. Di sana dia menuntut ilmu Agama kepada salah seorang ulama’ yang bernama Syaikh Said Al Burhani. Ketika datang kepada ulama tersebut, si penggali kubur ditanya tentang umurnya, karena ulama’ tersebut keheranan dengan umur si penggali kubur dengan umur yang sudah dewasa namun memiliki keinginan untuk menuntut ilmu.
“Kamu ingin menuntut ilmu ya nak? Umurmu sekarang berapa?” Tanya Syaikh Said.
“Iya Syaikh, aku ingin menuntut ilmu, semoga engkau menerimaku sebagai muridmu. Umurku sekarang sudah 50 tahunan.” Jawab si penggali kubur.
“Lantas apa yang membuatmu ingin menuntut ilmu di usia sekrang ini? Pasti engkau memiliki latar belakang alasan yang menjadikanmu ingin menuntut ilmu di usai yang sudah 50 tahunan ini.” Tanya Syaikh Said lebih lanjut.
Dari pertanyan itu kemudian si penggali kubur bercerita tentang seluruh peristiwa yang dialaminya, sehingga menjadikan dirinya memutuskan sebuah keputusan hidup untuk meninggalkan profesinya sebagai penggali kubur dan memilih jalan hidup untuk mencari ilmu dan mendalami Agama. Penggali kubur akhirnya menuntut ilmu agama di Masjid At Taubah yang diasuh oleh Syaikh Said Al Burhani. Dia mempelajari ilmu alat seperti Al Jurumiyah, Shorof dan mengahfalkan matan hadits, serta mendalami Al Qur’an. Mulai itulah dia sibuk dengan ilmu, seluruh waktunya dia gunakan untuk mengkaji ilmu. Sampai kemudian dia menjadi seorang ulama besar, yang dikenal dengan panggilan Syaikh Abdurrahman Al Haffar. Seorang ulama besar yang sangat terkenal di Damaskus.
Itulah seorang ulama’ besar yang bernama Syaikh Abdurrahman Al Haffar yang berasal dari seorang yang profesinya sebagai penggali kubur. Dengan ilmu yang beliau miliki akhirnya beliau menjadi seorang ulama’ yang masyhur di Damaskus dan terkenal di dunia Islam. Seluruh keturunan dari Syaikh Abdurrahman Al Haffar ini akhirnya juga menjadi keturunan yang ahli ilmu. Salah satu dari keturunannya yang masyhur adalah Syaikh Abdurrazzaq Al Haffar, seorang ulama besar di kota Damaskus.
Ini adalah sebuah kisah nyata yang disampaikan oleh Syaikh Hisyam al Burhani, sebuah kisah nyata tentang kemuliaan bagi seorang pencari ilmu dan orang yang membiayai saudaranya yang mencari ilmu dengan ditempatkan di taman surga yang begitu indah ketika dia meninggal dunia. Dalam ceritanya, ternyata benar apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Berikut kutipan Hadist Nabi tentang adanya taman surga di dunia:
“Nabi SAW bersabda, ''Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, maka berhentilah.'' Para sahabat bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman surga itu?'' Nabi menjawab, ''Yaitu halaqah-halaqah zikir atau majelis ilmu.''
“Inilah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Shahabat Anas bin Malik ra.”
Cerita ini benar-benar mengesankan dan mengetuk hati serta memotivasi diri untuk mau mempelajari ilmu Agama dengan benar, walaupun di usia yang sudah dewasa. Dengan usia yang sudah dewasa ini bukan berarti terlambat dalam menuntut ilmu, karena memang sebenarnya menuntut ilmu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu “carilah ilmu dari mulai buaian sampai liang lahat.” Tidak ada batasan waktu bagi seorang penuntut ilmu.
Wallahu a’lam
Sabtu, 15 Agustus 2020
Dr. Mohamad Yasin Yusuf, M.Pd.I
Komentar
Posting Komentar